Kamis, 30 November 2017

ENHANCING DECISION MAKING

  • Enhancing Decision Making

   Pengambilan keputusan kerap dan harus dilakukan dalam sebuah organisasi bisnis.             Keputusan yang diambil dapat terjadi dalam semua lini manajemen. Untuk mendapatkan     keputusan yang baik dan berkualitas perlu adanya dukungan atas data/informasi yang         baik juga.

Jenis-jenis keputusan




1. Unstructured decision

Keputusan diambil dengan mempertimbangkan penilaian, evaluasi atau wawasan untuk
memecahkan masalahnya,menuntut pengalaman dan berbagai sumber dari luar 
(contoh: keputusan untuk bekerjasama dengan organisasi lain).
 Tahap ini sering dilakukan oleh senior executive


2.Structured decision

Keputusan yang rutin dan berulang, di mana pengambil keputusan mengikuti sebuah 
prosedur yang jelas.Contoh: Keputusan pergi ke kampus. 


3.Semi Structured decision

Keputusan yang sebagian dapat diprogram, berulang - ulang dan rutin sebagian 
lagi tidak terstruktur.
Contoh :Data penjualan barang di suatu derah menunjukkan kecenderungan untuk 
turun dalam 6 bulan terakhir. Manajer akan mengumpulkan berbagai data dari sistem
informasi (bagian terstruktur) dan melakukan wawancara untuk mengumpulkan informasi
luar (tidak terstruktur) sebelum mengambil keputusan. Sering dilakukan oleh 
middle management


Tipe decision making




1.Intelligence
Menemukan, mengidentifikasi dan memahami masalah yang terjadi pada organisasi

2.Design
Menggali berbagai alternatif solusi yang mungkin

3.Choice
Memilih alternatif solusi yang terbaik

4.Implementation
Menerapkan pilihan yang diambil dan melakukan monitoring bagaimana solusi tersebut
 bekerja.


Peran manajer dalam pengambilan keputusan

Peran Interpersonal 

Manajer bertindak sebagai figur utama dalam organisasi ketika mereka mewakili
perusahaan kepada dunia luar dan melakukan tugas - tugas simbolik, seperti
memberikan penghargan kepada karyawan. Manajer juga bertindak sebagai pemimpin,
memberikan motivasi, nasihat dan
mendukung bawahannya. Manajer bekerja sebagai penghubung antar berbagai 
tingkatan dalam organisasi.

Peran Informasi

Manajer bertindak sebagai pusat saraf dari organisasi, menerima informasi terkini yang
paling konkret dan mendistribusikannya kepada mereka yang membutuhkannya juru 
bicara dalam organisasi.

Peran Dalam Pengambil Keputusan

Manajer bertindak sebagai wirausahawan dalam mengusulkan jenis - jenis aktivitas baru,
menangani gangguan - gangguan yang muncul dalam organisasi, pengalokasian 
sesumber, negosiator business intelligence

Business intelligence 

Merupakan infrastruktur untuk mengumpulkan, menyimpan menganalis 
data yang dihasilkan oleh  aktivitas bisnis.



Elemen BI Environment

-  Data from the business environment
-  Business intelligence infrastructure
-  Business analytics toolset
-  Managerial users & methods
-  Delivery platform – MIS, DSS, ESS
-  User interface



Decision Support System (DSS) 

SIM

Membantu manajer mengawasi dan mengelola bisnis dengan menyediakan informasi 
dan kinerja perusahaan. SIM secara khusus menghasilkan laporan yang sifatnya tetap
dan rutin (terstruktur berdasarkan data yang diperoleh dan dirangkum dari sistem 
pemrosesan transaksi (TPS) perusahaan

DSS

Sebuah sistem komputer yang interaktif, user - friendly, 
digunakan pada level manajemen yang memadukan data dan model dan alat analisis 
untuk mendukung pengambilan keputusan yang semi terstruktur atau tidak terstruktur.

ESS

Membantu manajer puncak untuk menaruh perhatian pada informasi kinerja organisasi
ESS mengumpulkan data dari seluruh organisasi dan memungkinkan manajemen untuk 
memilih,mengakses dan melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan mereka dengan 
menggunakan alat analisis dan display data online. 




Sumber:

1. Power point Pengantar Teknologi Informasi oleh : Aloysius Bagas Pradipta 
    Irianto S.Kom.,M.Eng.
2. https://eternalsunshineoftheismind.files.wordpress.com/2013/02/picture11.png
3. https://enoenone.files.wordpress.com/2014/10/pengambilan-keputusan.jpg








DATA FLOW DIAGRAM

  • Data Flow Diagram



    Data flow diagram atau biasa disebut DFD adalah perangkat analisis dan perancangan        yang terstruktur sehingga memungkinkan penganalisis dapat memahami sistem dan            subsistem secara visual sebagai suatu rangkaian aliran data yang saling berkaitan.


    Fungsi dari Data Flow Diagram adalah :
  • Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi.
  • DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.
  • DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.

  • Dekomposisi Fungsional

    Merupakan proses iterative untuk merinci (break down) sebuah sistem menjadi lebih            rinci. High level processes dijelaskan atas komponen sub proses yang lebih rinci (lower-      level sub-process). Dalam DFD, dekomposisi fungsional dinyatakan dalam pelevelan            proses.

  • Level DFD
         Level-0 DFD
         Representasi proses - proses utama sistem pada abstraksi tingkat awal (high level               abstraction)

        
        Level-1 DFD
        Hasil dekomposisi level 0 diagram




       Level-n DFD
       Hasil dekomposisi level n-1 diagram




  • Context Diagram
         Context Diagram menunjukkan batasan sistem, entitas eksternal, yang berinteraksi               dengan sistem dan flor-informasi utama antar entitas dan sistem.



     Ketentuan:

     -  Ada konservasi input dan output terhadap data flow apabila proses didekomposisi ke            level yang lebih rinci
    -  Seimbang (balanced) memiliki arti:
       -  Jumlah input ke lower level DFD sama dengan jumlah input pada higher level DFD                 terkaitan
       -  Jumlah output ke lower level DFD sama dengan jumlah output pada higher level                    DFD terkaitan




      -  Tidak ada proses yang hanya memiliki output
      -  Tidak ada proses yang hanya memiliki input (black hole)
      -  Sebuah proses diberi label/name berupa frasa kata kerja
      -  Data atau data flow tidak dapat mengalir antar data store, external etinity. Data hanya           bisa mengalir apabila ada proses saja




     -  Data store, entity, data flow diberi nama frasa kata benda.
     -  Sebuah composite data flowpada satu level dapat dipecah (split into) ke dalam                       komponen data flow pada level berikutnya, tetapi tidak ada data baru yang                             ditambahkan.
     -  Data flow yang mengalir ke Data store berarti update (insert, delete, atau change).
     -  Data flow mengalir dari data store berarti membaca atau menggunakan (retrieve).






   Sumber: